22 April 2011

chocolate talk

BE OR NOT TO BE “KARENINA”

Aku akan menjadi seorang teman yang mengerti ketika kamu berkata “AKU LUPA”.yang menuggu selamanya ketika kamu berkata “TUNGGU SEBENTAR”, dan tetap berada disisi mu ketika kamu berkata “TINGGALKAN AKU,”

Aku pun akan jadi teman…yang saat kamu menangis,aku tak bisa berjanji bisa menghentikan tangismu,tapi aku akan menangis bersamamu.
jika kamu berlari, aku tak bisa berjanji untuk mengehentikanmu tapi aku bisa berlari bersamamu.
jika kamu ingin kan ketenangan,aku tak bisa berjanji untuk meninggalkanmu tetapi aku akan berada di sampingmu tanpa suara sedikitpun….
dan jika, kamu merasa tak di butuh kan…aku pasti selallu membutuhkanmu…..

(dikutip dari http://profiles.friendster.com/rekanita)

assalam,

akhirnya aku *in the mood* lagi buat sedikit ketik-ketik–kitik-kitik (hehe) di mini blog ini, setelah sekian lama kehilangan selera dan passion buat sekedar nulis keseharian atau cerita heboh disini

uhmmm,mengutip pernyataan yg ada di atas,

aku baru menyadari dengan SANGAT! bahwa jadi rekanita buat para prajurit TNI itu SANGAT-SANGAT-NGGA GAMPANG!

aku pikir awalnya cuma pacaran-nunggu-nikah-selesai

ternyata ga sesederhana itu?

proses menunggunya aja perlu makan waktu lama dan kesabaran ekstra,

bukan cuma dari kita (baca:perempuan) aja tapi dari si abang juga

wajar aja selama saya nyemplung jadi “pacar”nya TNI saya sering banget baca artikel tentang “bagaimana menghadapi pacar kita dengan baik dan benar” ternyata maksud dan tujuannya sangat jelas disitu (dan saya senang saat baca artikel” itu saya dapat masukkan baru__ ^^tnx)

ngomong-ngomong soal susahnya jadi rekanita, ada satu bahan lagi yang bikin saya rada *maju-mundur* buat nerusin hubungan sama si abang (baca:sempat agak sedikit–serius cuma sedikit ragu)

waktu baca novelnya mba jainar berliana : KARENINA–Before I Say I Do (udah baca kan?harus baca!!)

disitu wawasan saya amat-sangat-sungguh bertambah,

makin bertambah tentang ribetnya kerjaan si abang, makin tambah ngerti tentang *dunia* yg digelutinya tapi juga lebih mengerti gimana susahnya jadi pendamping-nya

dengan kesederhanaan mba jainar bercerita melalui tokoh Karenina tentang serangkaian *tes* yg harus dijalani oleh calon istri TENTARA itulah yg sempat bikin saya maju-mundur

apalagi soal kerjaan, yang bagi saya hal itu sangat-amat prinsipil, saya jadi takut kalo tiba-tiba nanti si abang bakal banyak tuntutan kaya tokoh “Abang Kapt.Uria Panyalombo” di buku itu

*GA BOLEH KERJA?*

mau jadi apa?tinggal dirumah?jujur ini bukan hobby sayaa

dan dari sini saya mulai menyadari bahwa kriteria seseorang yg berkecimpung di organisasi “PERSIT KARTIKA CANDRAKIRANA” sangat tipis dalam diri saya

oleh karena itulahhhhhh…

setelah baca novel ini saya mengerti apa yg harus saya ubah

kata tokoh abang dalam buku itu istri tentara itu harus “BERSAHAJA” (*jujur aku suka banget kata-kata itu–gara” abang yg bilang.hehe)

dan aku haruslah masuk setidaknya 80% dari kriteria bersahaja

dan masih banyak lagi kriteria lainnya yg sangat tipis potensinya ada pada diri aku, tapi yg aku lakukan adalah U S A H A

karena dapet si abang ga gampang (butuh penantian cukup panjang)

jadinya usaha mempertahankannyalah yg harus keras! bukan dengan cara memuja-muja dirinya, namun mempertahankannya dengan cara membuka matanya akan apa yg telah kita lakukan untuknya dan sisi positif apa yg dia kasi untuk kita sehingga kita menjadi lebih baik atau ngga (istilahnya buat dia bangga__^^)

last word,

mungkin pengalaman saya belum sepanjang orang-orang yang diatas saya

namun tulisan ini hanyalah sedikit curahan hati saya tentang betapa sulitnya mengerti dunia “REKANITA” saat pertama kalo berkecimpung didalamnya (–bisa jadi saya sangat mirip tokoh KARENINA yg *buta* akan dunia kemiliteran)

oleh karena itu, buat mba-mba yg udah duluan berkecimpung mohon bimbingannya…

regards,

chocolate

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

dinisianandiari@gmail.com